Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Sistem Jaringan Informasi - HUBAL BAWASLU RI
blog-img-10

Posted by : Admin

Abhan, Kerja Sama Menjaga Keadilan Pemilihan

Purwokerto, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Abhan menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto di Alun-Alun Pendopo Si Panji Mas, Kabupaten Bayumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin, (30/11/2020).

“Kerja sama ini mendorong demokrasi Indonesia ke arah yang lebih baik,” kata Abhan.

Ruang lingkup kerja sama ini adalah pendidikan politik dan hukum pemilu. Kamudian penelitian dan pengabdian. Dengan pengetahuan dan pengalaman akademis, dua universitas akan membantu penyelenggaraan pemilihan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

“Latar belakang kerja sama Bawaslu dengan perguruan tinggi adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian sangat penting untuk mencapai subtansi demokrasi,” katanya.

Abhan menerangkan, Indonesia memiliki pengalaman yang cukup tentang penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Bahkan, negara-negara lain mengapresiasi kemampuan penyelenggara pemilu.

“Pemilihan umum dengan lima kotak serentak itu menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melaksanakan demokrasi prosedural dengan baik dan benar,” terangnya.

 

Kekuatan Univeritas Menjaga Demokrasi

Ketua Bawaslu Kabupaten Bayumas Mihtahudin mengatakan, universitas memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kekuatan untuk mencapai keadilan dan demokrasi yang baik.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi pondasi demokrasi untuk teknis kerja sama pengawasan pemilihan dan pemilihan umum,” kata Mihtahudin.

Mihtahudin menuturkan, Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah energi yang membawa mahsiswa untuk mengabdi ke masyarakat. Pengabdian untuk mendidik dan melatih masyarakat. Sehingga masyarakat mampu memahami inti demokrasi.

“Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Perguruan Tinggi adalah kekuatan pengawal demokrasi,” ujarnya.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, Bawaslu Kabupaten Bayumas menindaklanjutinya dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto.

Doktrin Membenci Politik Uang

Pada kesempatan ini, Bupati Bayumas Achmad Husein mengatakan telah terlibat di 3 (tiga) kontestan pemilihan. Achmad Husein memulai karir sebagai Wakil Bupati periode 2008-2013.

Kemudian, Achmad Husein menjabat sebagai Bupati Banyumas pada peridoe 2013 sampai sekarang. Selama ini, Achmad Husein mengaku tidak pernah menggunakan strategi politik uang.

“Saya tidak pernah menggunakan cara politik uang untuk menang. Meskipun tidak bisa membuktikannya. Saya mendukung pencegahan dan penegakan hukum kepada pelaku politik uang dalam pemilihan,” tegasnya.

Kerja sama antara Bawaslu dengan dua universitas diharapkan bisa menguatkan kerja-kerja pencegahan dan penindakan terhadap pelaku politik uang. Kerja sama ini diarahkan untuk pendidikan karakter kepada masyarakat.

Bupati Bayumas mengingatkan, tujuan kerja sama diharapkan menciptakan mental masyarakat yang membenci politik uang. Dia mengatakan, politik uang adalah ancaman demokrasi yang merugikan masyarakat.

“Kerja sama Bawaslu dengan Universitas diharapkan bisa mendoktrin. Agar penanaman alam bawah sadar masyarakat memiliki karakter yang menolak politik uang,” pinta sarjana Teknik Sipil Intitut Teknologi Bandung tersebut.

Perwakilan dua universitas mengatakan, segera menindaklanjuti program teknis pendidikan demokrasi ke masyarakat. Bahkan, dosen-dosen akan diturunkan untuk mendampingi mahasiswa.

 

 

Tim Hubal Bawaslu:

Ilham Thoriq

Andrian Habibi