Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Sistem Jaringan Informasi - HUBAL BAWASLU RI
blog-img-10

Posted by : Admin

Cak Nanto - Ketum Pemuda Muhammadiyah : Pemuda Harus Mengawal dan Memikirkan Perbaikan Demokrasi Indonesia

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga Bawaslu menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun untuk mengkoordinasikan pemantauan dalam Pemiliohan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2020 di Jakarta. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto ikut serta memberikan pandangan untuk perbaikan demokrasi Indonesia. Jalan panjang perbaikan demokrasi terbukti dari 18 kali perubahan undang-undang tentang pemilu.


"UU Pemilu ini paling menarik, sampai 18 kali diubah untuk menyempurnakannya," ujar pemuda yang akrab disapa Cak nanto pada Kamis, (3/12/2020).


Akan tetapi, penyempurnaan demokrasi masih terus berlanjut. Hal ini dikarenakan, belum ada prosedur teknis yang sesuai dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Cak Nanto mengingatkan, proses konsolidasi demokrasi nasional masih berlanjut. Namun, dia mengharpkan ada penerapan budaya-budaya demokrasi lokal yang sudah ada di negeri ini ke dalam prosedur teknis pemilu.


"Tidak selamanya demokrasi barat itu baik dan tidak selamanya budaya (demokrasi) kita jelek," katanya.


Bahkan Amerika butuh waktu 100 tahun agar demokrasi kuat dan bertahan seperti saat ini. Untuk Indonesia, Cak Nanto menyampaikan gerakan penyempurnaan demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemuda harus ikut serta dalam membantu penemuan demokrasi khas Indonesia. Karena pemikiran dan gerak juang pemuda bisa membantu pengawalan serta perbaikan demokrasi, dari prosedural ke subtansi.


"Pemuda itu agen perubahan, gerakannya merubah yang kurang baik menjadi baik untuk bangsa, negara, dan rakyat," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini juga mengajak pemuda muhammadiyah untuk ikut serta memantau pemilihan kepala daerah. Karena menurutnya, penmyelenggara pemilihan tidak akan mampu bekerja sendirian. Selain teknis memantau, pemuda akan mendapatkan pelangaman nyata proses pemilihan sampai mengawal hasil pemilihan yang sesuai peraturan perundang-undangan.


"Kita harap pemuda muhammadiyah ikut memantau dan mengawasi pemilihan kepala daerah," terangnya.


Menutup sambutannya, Cak Nanto mengajak pemuda untuk mendiskusikan ide penyatuan pemilihan kepala desan ke dalam rumpun pemilu. Selama ini, pemilihan kepala desa mengikuti cara-cara penyelenggaraan pemilu/pemilihan. Akan tetapi, penyelenggaranya bukan KPU dan Bawaslu. Bagi Cak Nanto, pemilihan kepala desa harus bisa diawasi oleh pengawas pemilu. Bahkan, pemilihan kepala desa bisa masuk dalam UU Pemilu Serentak ini.


"Jika Pilkadesnya baik, maka pemilihan tingkat diatasnya akan baik," pungkasnya.